Cerita Sectio Caesaria Part 2

Lanjutan cerita ini.


Sore hari

Saya dan suami bersantai-santai di kamar ruang VK (kontraksinya hilang sama sekali loh), ada 1 orang pasien lagi yang masuk hari itu, tapi karena melahirkan anak kedua dan sudah bukaan 4, pasien tersebut langsung ditempatkan di ruang bersalin. Saya yang sudah masuk dari semalam masih bukaan 0 besar. Hehe.

Menjelang maghrib

Kedua orangtua dan mertua saya datang menjenguk. Kali ini masuk ke kamar ruang VK, ternyata boleh masuk untuk menjenguk karena ruang VK terbilang sepi hanya ada 2 pasien. Mamah dan mamih masuk bergantian, ngobrol-ngobrol sebentar lalu turun ke kafetaria yang ada di lantai 1 untuk makan malam. Setelah sholat maghrib saya dan suami menyusul untuk ikut makan malam dan berbincang-bincang. Eh, kontraksinya datang lagi. Saya keringet dingin mengontrol ekspresi muka menahan sakit sambil tetap mengobrol dan makan malam. Hingga jam 8 malam saya menyerah dan ijin untuk naik kembali ke kamar ruang VK untuk beristirahat. Pamit dan mohon doa lalu kembali ke ranjang dan menonton tv sambil mesem-mesem karena kontraksi mulai datang dengan cukup intens. 

Sekitar jam 9 malam 

Saya makan malam (lagi) mengingat setelah operasi takut belum boleh langsung makan. Setelah itu saya puasa hingga waktu operasi nanti agar tidak muntah ketika dioperasi. CTG dan cek dalam, lagi-lagi ada kontraksi yang lumayan dan bukaan masih 0 juga. Bingung saat itu, kenapa begini yah. Bu bidan menyarankan untuk beristirahat, nanti malam jam 1 di CTG terakhir dan jam 4 mulai persiapan operasi.

Suami mengabari bahwa mamah dan mamih bersikukuh ingin menginap di rumah sakit walalu tak ada kamar ataupun ruang untuk istirahat sambil menunggu, tanggung kalau harus pulang karena besok pagi-pagi sekali sudah mau di operasi. Lagi-lagi bingung saat itu, mau tidur dimana? Ternyata beliau-beliau tidur di sofa ruang tunggu bertemankan nyamuk. Hiks. Sedih sekaligus terharu rasanya. 

Jam 10 malam

Siap-siap mau tidur. Eh, sama seperti malam sebelumnya, kontraksinya datang dengan lebih kuat lagi! dan kali ini sakit banget! selain itu waktunya juga lebih lama dari biasanya, beda dengan kontraksi sebelum-sebelumnya. Sehingga saat itu saya pikirannya hanya ingin agar waktu segera berlalu percepat ke jam 5.30 saat operasi dimulai. 

Ada momen disaat saya dan suami tersadar bahwa 'ini jadinya lahiran caesar'. Tiba-tiba suasana menjadi mellow saat itu. Suami saya mengungkapkan kesedihannya tidak bisa mendampingi saya saat melahirkan nanti, 'benar kata kamu, beda ya kesiapan mentalnya'. Ya, yang awalnya berencana menyaksikan kelahiran Kaila berdua menjadi sirna. Walau sudah tahu kemungkinan ini sejak seminggu sebelumnya, ternyata tetap saja ada sedikit rasa mengganjal yang harus dituangkan dalam momen seperti saat itu.

Tidur dengan terbangun-bangun ditambah intensitas sakit kontraksi yang lebih kuat dan jarak waktu yang lebih sering. Jam 12 saya tidak kuat lagi dan meminta untuk di CTG lebih cepat oleh Bu bidan. Memang ada kontraksi yang cukup tinggi, ingat sekali saat itu saya bertanya pada Bu bidan apa tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dan Bu bidan hanya bisa menyuruh saya untuk sabar saja karena pagi sudah mau di operasi, dan kontraksi itu penting setelah melahirkan nanti untuk menyusutkan kembali rahim ke ukuran semula sehingga tidak bisa 'dihilangkan'. Haduuhh. Jackpot nih ngerasain sakit kontraksi tapi di caesar yang mana recoverynya katanya juga sakit. Tapi diatas semua itu yang terpenting adalah keadaan jantung Kaila masih sangat baik dan kondisi fisik saya juga baik dilihat dari hasil tes lab dan lainnya. 

17 September


Tik tok tik tok rasanya lama sekali malam itu berlalu. Suami saya duduk di bangku sebelah ranjang, tertidur sambil menggenggam tangan saya. Sesekali terbangun karena saya meng-aduh-aduh sambil menangis ingin waktu cepat berlalu. Terbesit juga dipikiran saat itu 'gimana rasanya lahiran normal ya kalau bukaan 0 saja kontraksinya seperti ini'

Jam 4 pun datang. 

Hore! Kehadiran Bu bidan saya sambut dengan senang hati. saya ditawarkan untuk mandi dan mengganti baju operasi. Setelah siap Bu bidan datang membawa tray berisi jarum suntik dan kawan-kawannya. Tusuk sana tusuk sini lalu keluar kamar dan duduk manis di ranjang dorong. Tidak manis juga sih sebenarnya beberapa kali kontraksi masih datang dan lebih hebat dari sebelumnya dan saya menahan sakit sambil membuat gerakan aneh dalam posisi tiduran. Rasanya ingin cepat-cepat selesai deh sakitnya. Saya didorong ke ruang observasi, kemudian dr,Achmad datang menyapa saya. Lalu dokter anak yang menangani saya juga datang dan memperkenalkan diri. Mamah dan Mamih juga datang untuk memberi semangat. Senang sekali rasanya saat itu dan bersyukur punya mamah dan mamih yang baik rela menunggu anaknya sampai menginap di sofa rumah sakit. Suami saya yang selalu ada disamping saya siaga 24 jam akhirnya mengucapkan kata-kata penyemangat dan 'sampai jumpa 1 jam lagi ya'. Baru deh saya merasa takut. Didorong menuju ruang operasi, dadah dadah sama suami, mamah dan mamih dan tinggalah saya sendiri, bersama bu bidan, Pak dokter dan staf lainnya. 

Berulang kali saya menguatkan hati. Jangan takut, harus santai, semua kan baik-baik saja, ingat film grey's anatomy operasi itu menyenangkan buat para dokter jadi let's have fun!

Jam 5.30 pagi

Persiapan operasi.

Dokter anestesi menyuntikan jarum ke tulang punggung saya. Yang pertama gagal katanya jadilah saya ditusuk lagi, baru deh disuruh tiduran dan sensasi kesemutan menjalar di tubuh saya. Aneh rasanya, sensasi kesemutan tidak hilang-hilang dan menetap, saya masih bisa merasakan tekanan dan sentuhan dibalik rasa kesemutan tersebut. Oh ini ya rasanya dibius setengah badan. Kedua tangan saya di rentangkan lalu diikat. Beberapa suntikan melalui selang infus. Kesan saya pada dokter anestesi yang masih muda ini adalah dokternya santai banget. saya jadi ikutan tenang sih jadinya.

Bu bidan dan beberapa orang lainnya mempersiapkan semuanya, kain direntangkan di depan dada saya menutupi bagian perut, sesuatu dioleskan di perut saya lalu tercium bau betadine, beberapa kain diletakakn di perut saya dan masuklah para dokter yang hendak mengoperasi saya. dr.Achmad menyapa ramah sebentar dengan santai dan tiba-tiba saja operasi dimulai tanpa ada yang bilang 'mulai'. Beneran deh seperti di film grey's anatomy suasananya santai, dokternya mengobrolkan sesuatu sementara saya berusaha menikmati semua ini. 

Tiba-tiba saya mual. Banget. Seperti mau muntah. Ga tahan. Saya bilang ke Bu bidan kalau saya merasa mau muntah. Bu bidan menyiapkan wadah untuk saya muntah lalu saya muntah tapi kosong, hanya 'oeek oeek' saja. Dokter anestesi dengan santai menyuntikan beberapa cairan melalui jarum infus dan ajaib! rasa mualnya langsung hilang. 'Sudah hilang?' saya mengiyakan dan sang dokter kembali asik berkutat dengan smartphonenya. Santai banget kan?! Haha

Jam 5.45 pagi

Beberapa lama kemudian saya merasa perut saya di dorong-dorong dan terdengarlah tangis bayi. Saya penasaran ingin lihat bayi saya. 'sudah lahir ya dok?' tanya saya. 
'Wah, mendongak dia, pantesan susah bu'
'Keputusan operasi bener bu, ini air ketubannya sudah agak ijo, untung tidak terlambat'
'Wah ini ternyata udah bukaan 7 Bu' (pantesan terakhir-terakhir rasa kontraksinya beda, heu)
Kurang lebih itu informasi dan jawaban yang Pak dokter berikan kepada saya, yang celingak-celinguk penasaran dengan yang terjadi dibalik layar. 

Terdengar suara tangis kaila, lalu 'brrllp' 'ooeekk' 'bbrrlp', sepertinya sedang dibersihkan dan diperiksa kailanya, mungkin ya. Saya hanya bisa menebak-nebak yang terjadi di balik layar hijau yang menutupi dada saya.

Lalu datanglah Kaila :)
Digendong oleh Bu bidan, Kaila hanya berselimutkan selembar kain hijau.
Aaaaww!!!
Anakku :')
Terharu, Senang, Sayang, Takjub, semua menjadi satu
'Assalamu'alaikum Kaila' sapa saya 
'Wah sudah punya nama yah, mari bu dicium dulu bayinya'

Halo Kaila :) 
Kaila di + 18 menit di dunia :D

Masih lanjut nih ceritanya. Hoho.

0 comments :

Post a Comment

 

Hi! Welcome to My Blog

Hi! Welcome to My Blog
Fianty T Triswara. Family Blogger.

Quotes

"Children have never been very good at listening to their elders but they never failed to imitate them" - James Baldwin

“The hardest job kids face today is learning good manners without seeing any”- Fred Astaire.

“Motherhood is not a battle against other mothers. Motherhood is your journey with your children” –NN

“Every time you eat or drink, you are either feeding disease or fighting it.” – Heather Morgan.

Kind Reminder

Please do not copy paste without my permission. Thank you.