Cerita ASI part 2 : Slow Weight Gain, Suplementasi, Relaktasi

Lanjutan cerita dari sini.



Di klinik laktasi saya diminta menunjukan posisi menyusui dan dibilang sudah baik oleh dokternya. Setelah itu dokter mengajarkan senam lidah yang harus dilakukan ke Kaila selama 3 minggu. Disitu saya juga sedikit curhat ke dokternya sehingga saya merasa sedikit lega dan kembali percaya diri bahwa keadaan akan membaik. Tapi mungkin memang banyak faktor yang mempengaruhi saya sehingga kondisi psikologis saya sulit sekali untuk kembali ceria seperti sebelumnya. Kondisi rumah saya yang saat itu tak ada pembantu sehingga keadaan rumah berantakan, orang tua saya sedang berada di tanah suci untuk menunaikan ibadah haji, rasa sungkan dengan keluarga suami yang satu rumah-beda pintu, berjuang pulih dari baby blues, bosan berada dirumah (karena terbiasa bekerja, berada di rumah saja dan tak bisa kemana-mana ternyata cukup berat buat saya), merasa terikat oleh tugas baru yaitu menyusui yang menyakitkan untuk saya saat itu dan hal-hal lainnya.

Memang saya sudah tak sendiri lagi seperti seminggu pertama. Suami menjadi lebih tanggap dan perhatian dari sebelumnya, adik ipar ikut membantu menggendong Kaila karena hanya dengan cara ini Kaila bisa tidur selain disusui oleh saya, bahkan mamih mertua sampai tidur di ruang tamu rumah agar mudah bila diperlukan untuk membantu mengurus kaila, entah mengganti popok ataupun menggendongnya sampai tertidur. Senam lidah yang ditugaskan oleh dokter juga menjadi hal yang berat bagi kami. Kasihan melihat Kaila di ubek-ubek mulutnya dan di minggu ketiga Kaila seperti sudah mengerti dan selalu menangis bila dilakukan senam lidah. Kami juga merasa Kaila tidak bertambah gemuk seperti yang dibayangkan. Sementara kegiatan menyusui terus berlangsung dan masih sama seperti sebelumnya, kadang-kadang jika saya merasa lelah saya meminta agar Kaila diberikan ASIP saja. Waktu itu sekali pompa saya dapat sekitar 30 ml - 50 ml.

Seminggu setelah frenotomy Kaila kontrol ke dokter sekaligus imunisasi Polio 0. Saat itu berat badannya kembali ke berat lahir. Menurut dokter ini adalah pertanda yang baik dan saat itu saya semakin percaya diri. 2 minggu berlalu, tepat Kaila berumur 1 bulan kami kontrol lagi ke dokter dan hal yang mengejutkan terjadi.

Dalam 2 minggu berat badan Kaila hanya naik 100 gr. :(
Rasa sedih, kesal, menyesal, bingung, takut semua bercampur aduk menjadi satu. Kaila di diagnosis Slow Weight Gain.  

Dokter langusng menyarankan untuk suplementasi, yang belakangan saya baru tahu bahwa ini merupakan suatu bentuk relaktasi - menyusui kembali. Lagi-lagi saya dirujuk ke klinik laktasi, kali ini untuk diajarkan cara suplementasi dan juga lagi-lagi posisi menyusui yang baik dan benar. Jadi suplementasi disini adalah bayi mendapatkan makanan tambahan (ASIP donor/susu formula) dengan cara tetap menyusu pada ibunya. Suplementasi diberikan melalui feeding tube/lactation aid berupa selang kecil yang di tempelkan di puting ibu sehingga ketika bayi menyusui bayi akan mendapat 2 sumber makanan, yaitu ASI dan suplementasi tersebut.

gambar dari sini

Gambar diatas menggunakan Medela SNS, yang saya gunakan lebih sederhana dari itu hanya berupa Spuit dan lactation aid saja

Selain itu, dokter menambahkan dosis domperidone yang saya minum menjadi 2x3 sehari, selain itu saya juga dilarang memompa ASI karena diagnosa slow weight gain. Tujuannya agar ibu lebih konsentrasi menyusui langsung dengan harapan relaktasinya berhasil. Saya nurut dokter saja waktu itu. 

Saat itu saya sempat bingung akan isi suplementasi tersebut. Tadinya saya berniat ingin memberi ASIP donor (yang saat itu belum tau akan dapat dari siapa) namun setelah berbicara dengan orangtua, kami memutuskan untuk memberi susu formula saja. Konselor laktasi kami saat itu bercerita bahwa dia juga mengalami hal yang mirip dengan saya dan relaktasinya berhasil. Hal itu tentu membuat saya kembali bersemangat dan optimis bahwa suatu saat saya akan bisa kembali menyusui Kaila tanpa bantuan suplementasi. Setelah itu, 3 hari kemudian saya menyusui Kaila dengan suplementasi 60 ml sekali menyusui, 6 kali dalam sehari. Perubahan yang terjadi sangat signifikan. Kaila terlihat kenyang dan bila tidur sangat terlelap! Badannya pun terlihat bertambah berisi sehingga kami pun senang. Tapi kenapa hanya 3 hari? Karena setelah 3 hari saya memutuskan untuk mencari second opinion yang ternyata menjadi puncak drama dalam cerita saya ini. Haha


Lanjut ke sini ya.


0 comments :

Post a Comment

 

Hi! Welcome to My Blog

Hi! Welcome to My Blog
Fianty T Triswara. Family Blogger.

Quotes

"Children have never been very good at listening to their elders but they never failed to imitate them" - James Baldwin

“The hardest job kids face today is learning good manners without seeing any”- Fred Astaire.

“Motherhood is not a battle against other mothers. Motherhood is your journey with your children” –NN

“Every time you eat or drink, you are either feeding disease or fighting it.” – Heather Morgan.

Kind Reminder

Please do not copy paste without my permission. Thank you.